Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Banjir Rendam Pemukiman di Medan Labuhan, 194 Jiwa Mengungsi ke Sekolah

cek disini

Info Namun – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Medan sejak Sabtu malam (12/10) menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Labuhan terendam banjir. Air yang meluap dari drainase dan sungai setempat merendam ratusan rumah warga di beberapa kelurahan, memaksa 194 jiwa mengungsi ke sekolah dasar terdekat.

Ratusan Rumah Terendam

Banjir mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam waktu singkat, ketinggian air mencapai setengah meter hingga satu meter di beberapa titik, terutama di Kelurahan Sei Mati, Pekan Labuhan, dan Nelayan Indah. Warga yang panik segera menyelamatkan barang-barang berharga dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Air cepat sekali naik, dalam satu jam sudah sampai lutut. Kami langsung bawa anak-anak ke sekolah yang dijadikan tempat pengungsian,” ujar Siti Aminah (45), salah satu warga Kelurahan Sei Mati.

Mengungsi di Sekolah dan Rumah Ibadah

Sebanyak 194 warga kini mengungsi di SD Negeri 060923 di kawasan Pekan Labuhan. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah keluarga atau menumpang di rumah ibadah yang tidak terendam banjir.

Menurut data sementara dari BPBD Kota Medan, banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Deli akibat curah hujan tinggi dan buruknya sistem drainase di wilayah Medan Utara. “Selain intensitas hujan yang tinggi, sumbatan sampah di saluran air juga memperparah genangan,” ujar Kepala BPBD Medan, Topan Ginting, saat dikonfirmasi, Minggu (13/10).

Medan Labuhan
Medan Labuhan

Baca juga: Wujudkan Nusantara Sehat, Otorita IKN Gelar Cek Kesehatan Gratis

Pemerintah Kirim Bantuan Logistik

Pemerintah Kota Medan melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, tikar, dan obat-obatan bagi warga terdampak. Petugas juga mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian sekolah dasar.

“Kami pastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Petugas juga terus memantau perkembangan ketinggian air di lapangan,” ujar Topan.

Selain itu, tim medis dari Puskesmas Pekan Labuhan turut dikerahkan untuk memeriksa kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang mulai mengalami batuk, demam, dan gatal akibat air kotor.

Warga Keluhkan Drainase Buruk

Banjir di kawasan Medan Labuhan bukan kali pertama terjadi. Warga menilai buruknya sistem drainase dan minimnya pengerukan sungai menjadi penyebab utama.

“Setiap hujan deras pasti banjir, apalagi kalau Sungai Deli meluap. Kami sudah sering sampaikan ke pemerintah supaya drainase diperbaiki,” keluh warga lainnya, Abdul Rahman (52).

Kondisi banjir yang berulang ini memunculkan harapan agar Pemkot Medan segera menindaklanjuti proyek normalisasi sungai dan memperbaiki saluran air yang tersumbat di wilayah utara kota.

Petugas Siaga dan Pantau Kondisi Cuaca

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. BPBD pun menetapkan status siaga banjir dan menyiagakan tim di beberapa titik rawan genangan.

“Kami sudah siapkan personel dan perahu karet jika air kembali naik. Masyarakat diminta waspada dan segera mengungsi jika kondisi memburuk,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Medan.

Harapan Warga untuk Solusi Jangka Panjang

Meski bantuan sudah berdatangan, warga berharap adanya solusi permanen dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Medan Labuhan setiap musim hujan.

“Kami tidak ingin setiap tahun harus mengungsi. Pemerintah harus segera memperbaiki sungai dan drainase agar air cepat surut,” ujar Siti Aminah dengan nada harap.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *