Info Namun – Anggota DPR RI, Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan program pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di tengah Kota Jakarta. Program ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mengatasi masalah keterjangkauan hunian bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, khususnya di kawasan perkotaan dengan harga tanah yang kian melambung.
Hunian Terjangkau di Pusat Kota
Ara menjelaskan, program rusun subsidi di tengah kota dirancang agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak perlu tinggal jauh dari pusat kegiatan ekonomi. Dengan begitu, warga tetap dapat menikmati akses mudah ke transportasi umum, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan.
“Banyak warga kecil yang akhirnya terpaksa tinggal di pinggiran karena harga rumah di Jakarta sangat mahal. Melalui skema rusun subsidi, mereka bisa tetap tinggal di pusat kota dengan biaya terjangkau,” ujar Ara dalam keterangan persnya, Sabtu (13/9/2025).
Skema Subsidi yang Disiapkan
Menurut Ara, pembangunan rusun subsidi akan mengadopsi sistem subsidi silang. Artinya, sebagian unit dijual dengan harga komersial untuk menutup biaya pembangunan, sementara sebagian besar unit lainnya disediakan dengan harga subsidi khusus untuk MBR.
Selain itu, pemerintah akan menggandeng BUMN konstruksi dan swasta untuk mempercepat realisasi. Bank pemerintah pun akan dilibatkan untuk menyediakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga rendah.
“Skema ini memungkinkan warga kecil membayar cicilan bulanan yang setara dengan biaya sewa kos sederhana, tetapi mereka punya kepastian hak atas tempat tinggal,” jelasnya.

Baca juga: Anggaran Makan Minum Rp 66 Miliar Dikritik, Ini Kata Wali Kota Tangsel
Jawaban atas Masalah Hunian Jakarta
Pembangunan rusun subsidi ini disebut akan menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus masalah backlog perumahan di Jakarta. Berdasarkan data Kementerian PUPR, backlog nasional mencapai lebih dari 12 juta unit rumah, dengan beban terberat dirasakan di kawasan perkotaan.
Ara menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya fokus membangun hunian di pinggiran kota. “Kalau semua diarahkan ke pinggiran, maka warga kecil harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih besar. Rusun subsidi di tengah kota akan mengurangi beban hidup mereka,” tegasnya.
Dukungan Kebijakan dan Regulasi
Untuk memastikan program ini berjalan, Ara menyebut perlunya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah. Termasuk di antaranya penyediaan lahan strategis milik negara atau BUMN yang belum dimanfaatkan optimal.
“Kalau negara hadir dengan menyiapkan lahan, investor tidak perlu ragu masuk. Regulasi juga harus mendukung agar pembangunan cepat terealisasi,” ungkap Ara.
Harapan Masyarakat
Rencana pembangunan rusun subsidi ini disambut positif oleh sejumlah warga Jakarta. Banyak yang berharap program ini bisa segera diwujudkan dan benar-benar berpihak pada rakyat kecil.
“Kalau bisa ada rusun subsidi di dalam kota, tentu lebih baik. Kami tidak harus jauh dari tempat kerja dan bisa hemat ongkos transportasi,” kata Siti (32), seorang pekerja harian di Jakarta Pusat.
Program rusun subsidi di tengah Kota Jakarta yang tengah digagas Ara menjadi angin segar bagi masyarakat yang kesulitan memiliki hunian layak. Dengan skema subsidi silang dan dukungan pemerintah, proyek ini diharapkan dapat segera terwujud sebagai langkah nyata menghadirkan keadilan sosial dalam bidang perumahan.
















