Namun – Wali Kota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, menegaskan bahwa isu pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih adalah tidak benar. Ia menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang sempat berkembang akibat kabar tersebut.
Isu Pencopotan yang Viral
Beberapa hari terakhir, masyarakat Prabumulih dihebohkan dengan beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa Kepala Sekolah SMPN 1 dicopot dari jabatannya. Kabar itu cepat menyebar melalui media sosial, memunculkan spekulasi hingga keresahan di kalangan guru, siswa, dan wali murid.
Namun, Wali Kota Ridho Yahya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan keputusan pencopotan. “Tidak ada kebijakan yang saya keluarkan untuk mencopot Kepala Sekolah SMPN 1. Itu hanya isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Wali Kota Minta Maaf
Dalam konferensi pers di kantor wali kota, Ridho Yahya secara terbuka meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat simpang siurnya kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota selalu mengedepankan transparansi dalam mengambil kebijakan, khususnya di sektor pendidikan.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat, terutama keluarga besar SMPN 1 Prabumulih. Kami tidak ingin ada kesalahpahaman yang mengganggu suasana belajar di sekolah,” tambahnya.

Baca juga: Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan
Fokus pada Dunia Pendidikan
Ridho Yahya menekankan bahwa pemerintahannya justru sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Prabumulih, bukan membuat polemik. Program peningkatan mutu sekolah, penyediaan sarana prasarana, serta pembinaan tenaga pendidik menjadi agenda utama.
“Kita ingin anak-anak Prabumulih mendapat pendidikan terbaik. Kepala sekolah maupun guru adalah mitra kami. Jadi tidak mungkin ada kebijakan sepihak tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Reaksi Pihak Sekolah
Sementara itu, pihak SMPN 1 Prabumulih menyambut baik klarifikasi dari wali kota. Mereka berharap kabar bohong yang sempat membuat gaduh tidak lagi terulang. Beberapa guru menyatakan lega karena kepastian tersebut memberi ketenangan bagi tenaga pendidik maupun peserta didik.
“Yang penting sekarang kami bisa kembali fokus mendidik anak-anak. Semoga ke depan komunikasi antar pihak bisa lebih baik agar tidak ada salah informasi,” kata salah seorang guru.
Himbauan Lawan Hoaks
Menutup keterangannya, Ridho Yahya mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang beredar tanpa sumber resmi. Ia meminta semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan.
“Cek dulu kebenarannya. Jangan langsung dipercaya apalagi disebarkan. Mari bersama-sama menjaga kondusifitas kota kita,” pungkasnya.
















